Ads 468x60px

Kamis, 10 Januari 2013

Penjaskes


KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada kita, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Alternatif  Pembelajaran Permainan Tradisional dan Perlombaan Penjas Orkes”  ini dengan lancar.
Makalah ini ditulis dari hasil penyusunan data-data sekunder yang kami peroleh dari berbagai sumber yang berkaitan dengan pendidikan jasmani serta infomasi dari media massa dan kami kerjakan secara berkelompok. Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada pengajar mata kuliah Pendidikan Jasmani atas bimbingan dan arahan dalam penulisan makalah ini. Juga kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah mendukung sehingga dapat diselesaikannya makalah ini.
Kami harap, dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua, dalam hal ini dapat menambah wawasan kita mengenai pendidikan jasmani dalam kehidupan modern, khususnya bagi penulis. Memang makalah ini masih jauh dari sempurna, maka penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih baik.


Yogyakarta,..........................



Penulis



BAB I

PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang

Pendidikan jasmani adalah suatu proses pendidikan melalui aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif, dan kecerdasan emosi. Lingkungan belajar diatur secara seksama untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan seluruh ranah, jasmani, psikomotorik, kognitif, dan afektif setiap siswa
Permainan merupakan satu hal yang sangat penting dan juga sebagai sarana pengembangan bakat. Selain itu diarahkan untuk mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. setiap anak lahir lebih dari satu bakat tetapi bakat tersebut bersifat potensial dan ibaratnya belum muncul dalam wujud yang nyata.
Sehingga dalam pendidikan di sekolah perlu adanya pendidikan jasmani dalam arti perlunya permainan disamping kita belajar. Untuk mewujudkannya bakat anak tersebut perlunya sebuah permainan baik modern juga yang tradisional seperti gobak sodor, selain itu juga permainan seperti lompat tinggi dan bulutangkis. Semua itu memiliki hubungan atau persamaan yang diantaranya untuk melatih ketangkasan fisik maupun psikis seperti gerak, berjalan meloncat. Dengan adanya permainan juga bisa menumbuhkan rasa persaudaraan dan kesabaran.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat disimpulkan rumusan masalahnya yaitu:
1.      Apakah pengertian dari permainan itu?
2.      Apa hubungan antara permainan dan pendidikan jasmani?
3.      Apa tujuan di adakannya permainan dalam pembelajaran?
4.      Bagaimana tekhnik dan peraturan dalampermainan dan perlombaan?

C.     Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui :                              
1.      Mengetahui makna permainan
2.      Untuk mengetahui tekhnik bermain
3.      Aspek-aspek dan nilai-nilai yang terkandung dalam permainan.



BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Permainan dan Perlombaan
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering kali mendengar kata permainan dan perlombaan,tanpa kita sadari banyak aspek-aspek yang berperan di dalamnya untuk menuju kedewasaan. Sebenarnya ketika seseorang melakukan suatu perbuatan atau kegiatan secara sukarela untuk mendapatkan kepuasan (tanpa target) dalam kurun waktu tertentu dengan meluapkan emosi-emosi positif (gembira, bebas dan tanpa paksaan) itu yang disebut dengan permainan. Sedangkan Perlombaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan sitematika, tehnik, aturan,dan intensitas waktu tertentu untuk mencapai suatu tujuan yaitu kemenangan atau juara.
B. Go Back to Door
1. Asal-usul Istilah Gobag Sodor
Istilah Gobag sodor berasal dari bahasa inggris yaitu go back to door, permainan ini dikenal di daerah Jawa Tengah, sedangkan di daerah lain seperti galah lebih dikenal di Kepulauan Natuna, sementara di beberapa daerah Kepulauan Riau lainnya dikenal dengan nama galah panjang. Di daerah Riau Daratan, permainan galah panjang ini disebut main cak bur atau main belon. Sedang di daerah Jawa Barat dikenal dengan nama galah asin atau galasin. Gobak sodor adalah sejenis permainan daerah dari Indonesia, permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, dimana masing-masing tim terdiri dari 3-5 orang.

2. Cara Permainan
Cara melakukan permainan ini yaitu dengan membuat garis-garis penjagaan dengan kapur seperti lapangan bulu tangkis, bedanya tidak ada garis yang rangkap. Gobak sodor terdiri dari dua tim, satu tim terdiri dari tiga orang. Aturan mainnya adalah mencegat lawan agar tidak bisa lolos ke baris terakhir secara bolak-balik. Untuk menentukan siapa yang juara adalah seluruh anggota tim harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.
Anggota tim yang mendapat giliran “jaga” akan menjaga  lapangan, caranya yang dijaga adalah garis horisontal dan ada juga yang menjaga garis batas vertikal. Untuk penjaga garis horisontal tugasnya adalah berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Bagi seorang yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal maka tugasnya adalah menjaga keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan.
Contoh permainan dan lapangan Gobag Sodor :

                         
3. Nilai-nilai yang Terkandung
Dalam sebuah permainan pastinya terkandung sebuah nilai-nilai yang berperan di dalamnya,sama halnya dengan gobag sodor  ada 3 aspek yang berperan dalam permainan ini adapun sebagai berikut :

a.       Aspek Kognitif
Permainan Gobag Sodor memacu pengetahuan seorang yang mana termasuk dalam aspek
kognitif,diantarnya:
1)      Anak mampu mengetahui peraturan dalam permainan gobag sodor
2)      Anak dapat mengetahui jumlah pemain dalam satu regu
3)      Anak dapat mengetahui skema lapangan gobag sodor

b.      Aspek Psikomotor
Dalam setiap permainan, pastinya melibatkan ketrampilan gerak dan kelincahan ini termasuk
dalam aspek psikomotor,diantaranya:
1)      Daya tahan kardiovaskuler
Anak yang bermain gobak sodor akan mengalami lari cepat kemudian berhenti dan lari cepat
lagi, dan terus menerus dilakukan berulang-ulang. Tanpa sengaja, anak berlatih secara
interval. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi anak dalam peningkatan daya tahan.
2)      Kelenturan
Dalam permainan terdapat beberapa permainan yang memaksa anak untuk meliuk, memilin
badan, membungkuk dan mengayunkan kaki. Semua ini akan meningkatkan anak dalam
kelentukan tubuh yang sangat berguna dalam peningkatan gerak yang baik.
3)      Keterampilan gerak
Dengan meningkatnya unsur gerak, akan meningkatkan keterampilan gerak yang mengarah
pada meningkatnya prestasi satu cabang olahraga

c.       Aspek Afektif
Dalam berbagai aktifitas pastinya kita akan melibatkan rasa, karena jika rasa tidak berperan
di dalamnya maka sebuah aktifitas akan penuh dengan kekerasan. Begitu pula dengan
permainan gobag sodor aspek afektif sangat berperan di dalamnya, antara lain :
1)      Sasaran psikis
Rasa bebas merupakan akibat psikis yang penting dalam bermain (Drijarkara, 1990:81).
Selanjutnya, Drijarkara mengatakan bahwa permainan itu pembebasan, artinya pembebasan
dari pamrih atau pembebasan daritujuan lain diluar tujuan bermain, hanya untuk memperoleh
rasa senang dari tujuan bermain.
2)      Sasaran rasa sosial      
Sudah jelas bahwa semua permainan membutuhkan teman untuk bermain. Anak
membutuhkan orang lain dan dapat menilai orang lain serta dirinya sendiri. Akhirnya mereka
membutuhkan orang lain. Selain itu, dalam bermain anak dapat bergaul dan menyatakan
identitasnya atau kemampuannya dapat dikenal, dinilai dan dihargai teman.
3)      Sasaran rasa berketuhanan
Permainan bukan suatu kebaktian, tetapi dalam bermain anak akan memperolah suasana
untuk mengagungkan Tuhan atau ritual.

C. BULU TANGKIS
1. Pengertian Bulu Tangkis
Bulu tangkis (sering disingkat bultang) atau badminton adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang saling berlawanan. Mirip dengan tenis, bulu tangkis bertujuan memukul bola permainan ("kok" atau "shuttlecock") melewati jaring agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah ditentukan dan berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama.

2. Peralatan dan Perlengkapan
a.       Lapangan dan jaring
Lapangan bulu tangkis berbentuk (persegi panjang) dan mempunyai ukuran seperti terlihat pada gambar. Garis-garis yang ada mempunyai ketebalan 40 mm dan harus berwarna (kontras) terhadap warna lapangan. Warna yang disarankan untuk garis adalah putih atau kuning. Permukaan lapangan disarankan terbuat dari (kayu) atau bahan (sintetis) yang lunak. Permukaan lapangan yang terbuat dari beton atau bahan sintetik yang keras sangat tidak dianjurkan karena dapat mengakibatkan (cedera) pada pemain. (Jaring) setinggi 1,55 m berada tepat di tengah lapangan. Jaring harus berwarna gelap kecuali bibir jaring yang mempunyai ketebalan 75 mm harus berwarna putih.

b.      Raket
Secara tradisional raketdibuat dari kayu. Kemudian aluminium atau logam ringan lainnya menjadi bahan yang dipilih. Kini, hampir semua raket bulu tangkis profesional berkomposisikan komposit serat karbon (plastik bertulang grafit). Serat karbon memiliki kekuatan hebat terhadap perbandingan berat, kaku, dan memberi perpindahan energi kinetik yang hebat. Namun, sejumlah model rendahan masih menggunakan baja atau aluminium untuk sebagian atau keseluruhan raket.

c.       Senar
Mungkin salah satu dari bagian yang paling diperhatikan dalam bulu tangkis adalah senar nya. Jenis senar berbeda memiliki ciri-ciri tanggap berlainan. Keawetan secara umum bervariasi dengan kinerja. Kebanyakan senar berketebalan 21 ukuran dan diuntai dengan ketegangan 18 sampai 30+ lb. Kesukaan pribadi sang pemain memainkan peran yang kuat dalam seleksi senar.

d.     Kok
Kok adalah bola yang digunakan dalam olahraga bulu tangkis, terbuat dari rangkaian bulu angsa yang disusun membentuk kerucut terbuka, dengan pangkal berbentuk setengah bola yang terbuat dari gabus. Dalam latihan atau pertandingan tidak resmi digunakan juga kok dari plastik.
e.      Sepatu
Karena percepatan sepanjang lapangan sangatlah penting, para pemain membutuhkan pegangan dengan lantai yang maksimal pada setiap saat. Sepatu bulu tangkis membutuhkan sol karet untuk cengkraman yang baik, dinding sisi yang bertulang agar tahan lama selama tarik-menarik, dan teknologi penyebaran goncangan untuk melompat; bulu tangkis mengakibatkan agak banyak stres (ketegangan) pada lutut dan pergelangan kaki.

3. Teknik Dasar Permainan Bulu Tangkis
a.       Cara Memegang Raket Pegangan raket ada tiga macam, yaitu: 
1)      Pegangan forehand (pegangan dasar) Pegangan ini dapat di peroleh dengan cara mendirkan raket yang sisinya tegak dengan lantai Pegangan ini hampir sama dengan posisi tangan sedang bersalaman.
2)      Pegangan backhand Pegangan ini dapat di peroleh dengan jalan memutar seperempat ke kanan dari pegangan forehead.
3)      Pegangan pukul kasur/Amerika Cara pegangan ini adalah mula-mula raket diletakkan secara mendatar di atas lantai. Kemudian ambil dan peganglah raket pada pegangannya, sehingga bagian tangan antar ibu jari dan jaritelunjuk menempel pada bagian permukaan yang lebar.
4)      Pegangan campuran

b.      Teknik Pukulan 
Teknik pukulan adalah cara-cara melakukan pukulan pada permainan bulutangkis dengan tujuan menerbangkan shuttlecock ke lapangan lawan. Terdapat macam-macam teknik dasar pukulan dalam permainan bulutangkis, yaitu: 
1) Pukulan Servis Pukulan servis merupakan pukulan degan raket untuk menerbangkan shuttlecock ke bidang lapangan lawan secara diagonal dan bertujuan sebagai permulaan permainan. Macam-macam pukulan servis, yaitu:
a. Pukulan servis pendek
b. Pukulan servis panjang
c. Pukulan servis mendatar
d. Pukulan servis cambuk
2)   Pukulan Lob Pukulan lob adalah pukulan dalam permainan bulitangkis yang bertujuan untuk menerbangkan shuttlecock setinggi mungkin mengarah jauh ke belakang garis lapangan lawan. Pukulan lob dapat di lakukan dengan dua cara. yaitu: 
a.  Overhead lob, yaitu pukulan lob yang dilakukan dari atas kepala dengan cara menerbangkan shuttlecock melambung ke arah belakang. 
b.  Underhand lob, yaitu pukulan lob yang dilakukan dari bawah dengan cara memukul shuttlecock yang berada di bawah badan dan dilambungkan tinggi ke belakang.

c.       Lompat Tinggi Gaya Straddle
Lompat Tinggi adalah salah satu keterampilan untuk melewati mistar yang berada di kedua tiangnya. Ketinggian lompatan yang dicapai oleh seorang pelompat tergantung dari kemampuan dan persiapan bertanding dari masing-masing atlet.
Adapun Lompat tinggi gaya straddle (guling perut) adalah suatu gerakan melompat ke atas dengan cara menolakan kaki ke atas serta tubuh secara keseluruhan dan pada waktu di atas mistar posisi tubuh tengkurap.Tahap gerakan pada lompat tinggi,yaitu awalan,tolakan,saat di atas mistar dan mendarat.
1)     Awalan
Cara melakukannya adalah sebagai berikut:
- Jarak awalan kira-kira 15 meter
- tlet berlari dengan arah lari membentuk sudut +35-40 yang kecepatan larinya 
  berangsur-angsur meningkat
- Tiga langkah terakhir panjang dan cepat
2)     Tolakan
Tahap tolakan harus dilakukan dengan tepat agar dapat menghasilkan lompatan
yang maksimum sehingga mistar dapat dilewati.
Cara melakukannya adalah sebagai berikut:
-     Kaki yang digunakan untuk menolak didorong ke depan sekuatnya
-     Kaki yang lain diayunkan dengan kuat ke atas dan lutut diluruskan
-    Badan agak dicondongkan ke belakang
-     Kedua lengan diayunkan dari belakang ke depan atas sehingga seluruh tubuh
    terangkat dan melayang melewati mistar
3)      Melayang di Atas Mistar
Pada saat melayang jangan sampai menjatuhkan mistar.Jika mistar jatuh maka
lompatannya dianggap tidak sah.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
- Setelah kaki diayun melewati mistar, putar badan sehingga dada dan perut  
menghadap ke bawah
- Kaki yang digunakan untuk menolak lutunya dilipat ke samping kiri agak ke atas
dan lengan kanan lurus ke bawah
4)      Mendarat
Pada saat mendarat jatuhkan badan pada bagian belakang bahu atau punggung untuk menghindari cedera.





BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa dalam sebuah permainan dan perlombaan memiliki ciri-ciri dan tujuan yang berbeda. Selain itu terdapat aspek-aspek dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya, dimana aspek ini yang berperan dalam meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan anak. Dalam sebuah permainan tidak terpacu pada sebuah aturan disisi lain kepuasan diri (tidak teikat waktu) hanya untuk kesenangan.

B.       Saran
Sebagai seorang pendidik/calon pendidik kita harus mengembangkan kemampuan dasar anak, diantaranya adalah kemampuan fisik, intelegensi, emosi, bahasa, sosial, kepribadian, dan kesadaran beragama, sehingga anak bisa mengekspresikan ide-idenya menjadi anak yang terampil. Selain itu, kita juga harus memahami tugas-tugas perkembangan yang dilampaui anak sehingga dapat mengarahkan dengan baik dan benar.   




DAFTAR PUSTAKA


Sujiono,Bambang dan Yuliani Nurani Sujiono. 2010. Bermain Kreatif Berbasis Kecerdasan Jamak. Jakarta:PT Indeks.

Suharto dan Widaningar. 2001.Pendidikan Kesehatan. Jakarta. Depdikkes.

http://id.wikipedia.org/wiki/Bulutangkis

Oleh: Witdarmiyanto

Print Friendly and PDF

0 comments:

Poskan Komentar