Ads 468x60px

Kamis, 06 Desember 2012

Pencemaran

PENCEMARAN LIMBAH DAN
BAHAYA PLASTIK

Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan”. Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.” Berangkat dari pandangan tersebut sehingga sampah dapat dirumuskan sebagai bahan sisa dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Sampah yang harus dikelola tersebut meliputi sampah yang dihasilkan dari:
  • Rumah tangga
  • Industri.
  • Hasil pembersihan saluran terbuka umum, seperti sungai, danau, pantai.
  • Kegiatan komersial: pusat perdagangan, pasar, pertokoan, hotel, restoran, tempat hiburan
  • Fasilitas sosial: rumah ibadah, asrama, rumah tahanan/penjara, rumah sakit, klinik, puskesmasFasilitas umum: terminal, pelabuhan, bandara, halte kendaraan umum, taman, jalan,
Sampah terbagi menjadi dua yaitu:

Sampah Organik
Sampah organik (biasa disebut sampah basah). Sampah Organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran dll.

Sampah Anorganik
Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol, tas plsti. Dan botol kaleng, kertas, koran, dan karton merupakan pengecualian. Berdasarkan asalnya, kertas, koran, dan karton termasuk sampah organik. Tetapi karena kertas, koran, dan karton dapat didaur ulang seperti sampah anorganik lain (misalnya gelas, kaleng, dan plastik), maka dimasukkan ke dalam kelompok sampah anorganik.

Dampak Sampah bagi Manusia dan lingkungan
Sudah kita sadari bahwa pencemaran lingkungan akibat perindustrian maupun rumah tangga sangat merugikan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Melalui kegiatan perindustrian dan teknologi diharapkan kualitas kehidupan dapat lebih ditingkatkan. Namun seringkali peningkatan teknologi juga menyebabkan dampak negatif yang tidak sedikit.

  • Dampak bagi kesehatan

Pembuangan sampah yang tidak terkontrol merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat, nyamuk, kucing dan anjing yang dapat menimbulkan penyakit.
Dampak bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah sebagai berikut:
  1. Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum. Penyakit demam berdarah dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai.
  2. Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit).
  3. Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita (taenia). Cacing ini sebelumnya masuk ke dalam pencernakan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/sampah.

  • Dampak Terhadap Lingkungan

Cairan rembesan sampah yang masuk ke dalam sungai akan mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies akan lenyap, hal ini mengakibatkan perubahnya ekosistem perairan biologis. Penguraian sampah yang dibuang ke dalam air akan menghasilkan asam organik dan gas-cair organik, seperti metana. Selain berbau kurang sedap, gas ini dalam konsentrasi tinggi dapat meledak.
  •  Dampak terhadap keadaan social dan ekonomi

Pengelolaan sampah yang kurang baik akan membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat: 
  1. Bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah bertebaran dimana-mana.
  2. Memberikan dampak negatif terhadap kepariwisataan.
  3. Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat.
  4. Pembuangan sampah padat ke badan air dapat menyebabkan banjir dan akan memberikan dampak bagi fasilitas pelayanan umum seperti jalan, jembatan, drainase, dan lain-lain.


Bahaya Sampah Plastik bagi Kesehatan dan Lingkungan
Kantong plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit dikelola. Diperlukan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk membuat sampah bekas kantong plastik itu benar-benar terurai. Namun yang menjadi persoalan adalah dampak negatif sampah plastik ternyata sebesar fungsinya juga.
Dibutuhkan waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan sempurna. Ini adalah sebuah waktu yang sangat lama. Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah. Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakaranya tidak sempurna. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf dan memicu depresi.
Kantong plastik menyebabkan banjir, karena menyumbat saluran-saluran air, tanggul dan lain-lain. Diperkirakan, 500 juta hingga satu miliar kantong plastik digunakan di dunia tiap tahunnya. Kantong plastik mulai marak digunakan sejak masuknya supermarket di kota-kota besar. Pada proses produksi hingga tahap pembuangan, sampah plastik mengemisikan gas rumah kaca ke atmosfer. Kegiatan produksi plastik membutuhkan sekitar 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon setiap tahunnya. Proses produksinya sangat tidak hemat energi. Pada tahap pembuangan di lahan penimbunan sampah (TPA), sampah plastik mengeluarkan gas rumah kaca.

Pemanfaatan Limbah Plastik Bekas Menjadi Kerajinan
Kerajinan dari sampah plastik merupakan kerajinan yang bisa menjadi peluang usaha di sekeliling kita. Seperti diketahui Plastik merupakan bahan kebutuhan yang banyak dipergunakan dalam kehidupan manusia Akan tetapi sisa sampah dari plastik menjadi permasalahan tersendiri bagi kehidupan kita.
Pemanfaatan limbah plastik dengan cara daur ulang umumnya dilakukan oleh industri. “Secara umum terdapat empat persyaratan agar suatu limbah plastik dapat diproses oleh suatu industri, antara lain harus  biji,  pellet,  serbuk,  pecahan. Sebelum dimulai pemprosesan limbah plastik  diproses melalui tahapan sederhana, yaitu pemisahan, pemotongan, pencucian, dan  penghilangan zat-zat seperti besi dan sebagainya
Dalam proses pembuatan kerajinan ada beberapa tehapan yang harus dilakukan yaitu:
  1. Bersihkan terlebih dahulu sampah plastik tersebut.
  2. Lelehkan  sampah  plastik  dengan  cara  di  panaskan  dalam  tempat  atau mesin yang tertutup.
  3.  Masukkan  ke  dalam  cetakan  yang  sudah  di  bentuk  sesuai  dengan keinginan.
  4. Press dengan alat pengepress yang sudah didesain sesuai keinginan
  5. Keluarkan dari alat cetakan dan biarkan sampai mengeras
  6. Dari pengolahan sampah plastic, kita dapat menghasilkan beberapa kerajinan yang sesuai kita inginkan, antara lain ornamen dinding, ornamen pagar (bata hias), sekop sampah, tempat sampah, mainan-mainan anak dll. Dari pemanfaatan limbah plastic tersebut kita juga dapat menghemat sumber daya alam, menghemat energy, menghemat lahan TPA, Mengurangi pencemaran,  lingkungan menjadi bersih, sehat, nyaman.
Usaha Pengendalian Sampah
Dengan menerapkan Prinsip yaitu:
  • Sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.
  • Sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang sekali pakai, lalu dibuang. Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.
  • Sebisa mungkin, barang-barang yg sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain. Teknologi daur ulang, khususnya bagi sampah plastik, sampah kaca, dan sampah logam, merupakan suatu jawaban atas upaya memaksimalkan material setelah menjadi sampah, untuk dikembalikan lagi dalam siklus daur ulang material tersebut.
  • Teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekalai dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, Misalnya, ganti kantong keresek kita dnegan keranjang bila berbelanja.
Limbah merupakan salah satu  masalah yang terdapat dalam lingkungan karena belum adanya kesadaran untuk menanggulanginya. Cara pengendalian sampah yang paling sederhana adalah dengan menumbuhkan kesadaran diri secara individu untuk tidak merusak lingkungan dengan sampah. Selain itu diperlukan juga kontrol sosial budaya masyarakat untuk lebih menghargai lingkungan, walaupun kadang harus dihadapkan pada mitos tertentu. Peraturan yang tegas dari pemerintah juga sangat diharapkan karena jika tidak maka para perusak lingkungan akan terus merusak sumber daya.
Dampak dari sampah plastic sangatlah berbahya yang mengakibatkakan kesehatan tubuh kita terancam bermacam-macam penyakit. Begitu juga dampak bagi lingkungan sanagtlah besar, seperti halnya banjir karena sampah, keindahan lingkungan menjadi hilang, ekosistem dari dalam tanah maupun air trancam punah. Tidak hanya itu saja dari limbah-limbah yang lainya juga membuat keadaan social ekonomi pun terganggu. Dari sisi itu dengan Pengelolaan sampah yang kurang baik akan membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat, bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah bertebaran dimana-mana dan jugamemberikan dampak negatif terhadap kepariwisataan
Pemanfaatan limbah plastik merupakan salah satu  upaya menekan pembuangan plastik seminimal mungkin dan dalam batas tertentu menghemat sumber daya dan mengurangi ketergantungan bahan baku impor. Salah satu cara yang dapat ditempuh dalam pemanfaatan limbah plastik  diantaranya adalah dengan daur ulang memanfaatkan plastic-plastik bekas dibuat menjadi kerajina-kerajinan. Kerajinan tangan yang dibuat secara  kreatif  akan meningkatkan nilai ekonomis dari plastik tersebut. Dngan salah satu inilah plastik yang berada pada liungkungan akan berkurang
Sebagai manusia wajib untuk sadar akan semua itu. Yaitu dengan pencegahan, penyakit akan lebih baik dari pada mengobatiny dan denangan mencegah terbentuknya sampah lebih baik dari pada mengolah atau memusnakan sampah. Karena bagaimanapun mengolah atau memusnahkan sampah pasti akan menghasilkan jenis sampah baru yang mungkin saja lebih berbahaya dari sampah yang dimusnakan. Jadi mari mulai sekarang kita bebenah diri untuk mengurangi hal-hal yang bisa membentuk sampah.


Berbagai Sumber 

Oleh: Witdarmiyanto


Print Friendly and PDF

0 comments:

Poskan Komentar